Thursday, May 15, 2014

Surat untuk Mama, Ayah, dan Mas Fian

Dear, Mama….
Terima kasih atas segala dukungan yang mama berikan. Ketika aku menghadapi kegagalan, ketika aku dirundung kegelisahan, atau sekedar kebingungan. Engkau adalah orang pertama yang menguatkanku. Meski hanya sekedar berbicara lewat telpon seluler dan bilang, “Tenanglah kau, Nak. Aku sudah mendoakanmu. Dan semua pasti baik-baik saja”.
Andai kau tau, Ma. Setiap dengar kalimat itu. Air mataku selalu jatuh. Hatiku rasanya disayat-sayat. Perasaan antara haru, bahagia, dan sedih juga. Bahagia karena memiliki ibu sepertimu. Sedih karena mungkin doaku untukmu tak sebanyak doamu untukku.
Kau mungkin terlahir sebagai wanita desa. Yang tak terlalu mengerti apa-apa yang aku sudah pahami. Kau mungkin tak pandai berbahasa Inggris. Tak seperti ibu kawan-kawan metropolitanku. Kau mungkin dulu tak sempat, bahkan tak terpikir untuk belajar parenting. Karena di desa, tak ada kelas parenting.
Meski begitu, kau tetap ibu terbaik bagiku. Kau curahkan seluruh kasih sayangmu. Tak berhenti memikirkan dan mengkhawatirkanku. Segala cara kau lakukan untuk membuatku bahagia, meski terkadang aku anggap itu berlebihan. Namun, aku tau, aku salah. Itu datang sendiri dari nalurimu. Untuk senantiasa mencintaiku dengan seluruh energi  yang kau punya. Maafkan aku yang terkadang menentangmu. Maafkan aku yang kadang tak punya malu merasa kesal denganmu. Maafkan aku yang tak punya cinta sebesar cintamu kepadaku.
Ma, aku tidak tau… siapa yang lebih dulu meninggalkan dunia fana ini. Tapi meninggalakan dunia fana adalah keniscayaan. Adalah hal yang harus dilalui setiap insan yang terlahir di dunia. Namun, aku berdoa kepada Tuhan. Siapapun yang meninggalkan dunia ini lebih dulu, aku mohon kuatkanlah ia yang ditinggalkan. Kuatkan hatinya, kuatkan jiwanya, kuatkan imannya.
Aku juga berdoa….  Meski nanti kita pasti berpisah di dunia yang berbeda, aku berharap perpisahan itu hanya sementara. Sekejap. Karena kelak kita akan bertemu kembali. Di tempat lain. Dengan suasana dan hawa yang berbeda. Dengan ubin yang tak sama. Dengan langit-langit yang tak serupa. Aku ingin kita semua bertemu tempat yang orang-orang sebut “Surga”

Dear Ayah,
Aku rindu sekali dengan suaramu. Kau memang jarang berbicara denganku lewat telpon genggam. Tapi setiap aku dengar suaramu, hatiku merasa begitu tenang. Kau mungkin terlihat begitu cuek. Seperti tak peduli dengan kabarku di kota orang. Tapi aku tau, di balik kewibawaanmu, di balik sikap kebapakanmu, di balik perawakan tenangmu, kau adalah seorang bapak yang begitu memperhatikan anak gadisnya. Aku yakin, kau selalu menanyakan kabarku lewat mama. Kau selalu khawatir jika aku sedang dirundung masalah. Kau selalu merencanakan apa-apa yang baik untuk hidupku. Meski melakukannya diam-diam, tanpa sepengetahuanku.
Kau memang tak pernah tunjukkan cintamu secara berlebihan. Tapi aku tau, cintamu padaku pun begitu besar. Pun cintamu kepada mama dan juga mas Fian.
Terima kasih ayah, atas kerja kerasmu. Membanting tulang demi pendidikan yang layak untukku. Berpeluh keringat untuk menghidupi anak gadismu yang sibuk merantau. Bekerja keras kesana kemari untuk memberikan kesejahteraan untuk keluarga kecilmu. Terima kasih juga telah menjaga mama dan menenangkannya ketika ia gundah memikirkanku. Terima kasih atas segala nasihat bijakmu yang selalu menenangkanku ketika aku tak tau harus bagaimana lagi.
Aku tak akan pernah lupa wajah tenangmu, hati sabarmu, perilaku bijakmu.
Kini, usiamu sudah tak seterang dulu. Kata mama, kau segera diberhentikan oleh negara karena jatah usiamu. Tahukah kau, Yah? Bahwa sejujurnya, aku yang kerdil ini ingin menggantikanmu untuk menghidupi keluarga karena aku tau, kau sudah terlalu lelah.

Yah, aku tidak tau… siapa yang lebih dulu meninggalkan dunia fana ini. Tapi meninggalakan dunia fana adalah keniscayaan. Adalah hal yang harus dilalui setiap insan yang terlahir di dunia. Namun, aku berdoa kepada Tuhan. Siapapun yang meninggalkan dunia ini lebih dulu, aku mohon kuatkanlah ia yang ditinggalkan. Kuatkan hatinya, kuatkan jiwanya, kuatkan imannya.
Aku juga berdoa….  Meski nanti kita pasti berpisah di dunia yang berbeda, aku berharap perpisahan itu hanya sementara. Sekejap. Karena kelak kita akan bertemu kembali. Di tempat lain. Dengan suasana dan hawa yang berbeda. Dengan ubin yang tak sama. Dengan langit-langit yang tak serupa. Aku ingin kita semua bertemu tempat yang orang-orang sebut “Surga”

Dear, Mas Fian
Maafkan aku yang jarang membalas chat di Whatsapp dan facebookmu. Aku tau kau juga menyayangiku. Aku juga memahami kalau kau juga ingin tau kabarku.
Kau memang tak sedewasa harapanku, tapi kau adalah kakak yang baik untukku. Maafkan aku yang sering melupakanmu. Dan tak kunjung tanya kabarmu. Atau tak sempat mengawasi hidupmu.
Kau adalah harapan bagiku, bagi mama, juga bagi ayah. Jika saat ini kau belum bersinar, percayalah bahwa Tuhan selalu mencintai hamba-Nya. Percayalah bahwa Tuhan selalu senang untuk menuntun hamba-Nya. Asal kau mau memohon kepada-Nya.
Meski kita sering bertengkar atau adu mulut ketika bertemu. Aku tau itu hal lumrah. Sebesar apapun pertengkarannya, kau adalah tetap kakakku. Yang aku sayangi walau jarang kutunjukkan.

Mas, aku tidak tau… siapa yang lebih dulu meninggalkan dunia fana ini. Tapi meninggalakan dunia fana adalah keniscayaan. Adalah hal yang harus dilalui setiap insan yang terlahir di dunia. Namun, aku berdoa kepada Tuhan. Siapapun yang meninggalkan dunia ini lebih dulu, aku mohon kuatkanlah ia yang ditinggalkan. Kuatkan hatinya, kuatkan jiwanya, kuatkan imannya.

Aku juga berdoa….  Meski nanti kita pasti berpisah di dunia yang berbeda, aku berharap perpisahan itu hanya sementara. Sekejap. Karena kelak kita akan bertemu kembali. Di tempat lain. Dengan suasana dan hawa yang berbeda. Dengan ubin yang tak sama. Dengan langit-langit yang tak serupa. Aku ingin kita semua bertemu tempat yang orang-orang sebut “Surga”





2 comments:

  1. Kami di Dubril Badan Loan menawarkan pinjaman aman dan tidak aman untuk individu, pembentukan pribadi dan umum.
    tingkat bunga kami adalah pada tingkat yang terjangkau dari 2% dan kami proses pinjaman / pengadaan adalah yang terbaik yang pernah Anda dapat mendapatkan.
    Kami menawarkan setiap jumlah pinjaman dan untuk alasan yang masuk akal.
    Hubungi kami hari ini untuk pinjaman Anda melalui,
    Email: dubrilloanfirm@gmail.com
    Skype: dubrilloanfirm

    ReplyDelete
  2. Hello Everybody,
    My name is Mrs Sharon Sim. I live in Singapore and i am a happy woman today? and i told my self that any lender that rescue my family from our poor situation, i will refer any person that is looking for loan to him, he gave me happiness to me and my family, i was in need of a loan of S$250,000.00 to start my life all over as i am a single mother with 3 kids I met this honest and GOD fearing man loan lender that help me with a loan of S$250,000.00 SG. Dollar, he is a GOD fearing man, if you are in need of loan and you will pay back the loan please contact him tell him that is Mrs Sharon, that refer you to him. contact Dr Purva Pius,via email:(urgentloan22@gmail.com) Thank you.

    BORROWERS APPLICATION DETAILS


    1. Name Of Applicant in Full:……..
    2. Telephone Numbers:……….
    3. Address and Location:…….
    4. Amount in request………..
    5. Repayment Period:………..
    6. Purpose Of Loan………….
    7. country…………………
    8. phone…………………..
    9. occupation………………
    10.age/sex…………………
    11.Monthly Income…………..
    12.Email……………..

    Regards.
    Managements
    Email Kindly Contact: urgentloan22@gmail.com

    ReplyDelete