Dear,
Mama….
Terima kasih atas
segala dukungan yang mama berikan. Ketika aku menghadapi kegagalan, ketika aku
dirundung kegelisahan, atau sekedar kebingungan. Engkau adalah orang pertama
yang menguatkanku. Meski hanya sekedar berbicara lewat telpon seluler dan
bilang, “Tenanglah kau, Nak. Aku sudah mendoakanmu. Dan semua pasti baik-baik
saja”.
Andai kau tau, Ma.
Setiap dengar kalimat itu. Air mataku selalu jatuh. Hatiku rasanya
disayat-sayat. Perasaan antara haru, bahagia, dan sedih juga. Bahagia karena
memiliki ibu sepertimu. Sedih karena mungkin doaku untukmu tak sebanyak doamu
untukku.
Kau mungkin
terlahir sebagai wanita desa. Yang tak terlalu mengerti apa-apa yang aku sudah
pahami. Kau mungkin tak pandai berbahasa Inggris. Tak seperti ibu kawan-kawan
metropolitanku. Kau mungkin dulu tak sempat, bahkan tak terpikir untuk belajar
parenting. Karena di desa, tak ada kelas parenting.
Meski begitu, kau
tetap ibu terbaik bagiku. Kau curahkan seluruh kasih sayangmu. Tak berhenti
memikirkan dan mengkhawatirkanku. Segala cara kau lakukan untuk membuatku
bahagia, meski terkadang aku anggap itu berlebihan. Namun, aku tau, aku salah.
Itu datang sendiri dari nalurimu. Untuk senantiasa mencintaiku dengan seluruh energi
yang kau punya. Maafkan aku yang terkadang
menentangmu. Maafkan aku yang kadang tak punya malu merasa kesal denganmu. Maafkan
aku yang tak punya cinta sebesar cintamu kepadaku.
Ma, aku tidak tau…
siapa yang lebih dulu meninggalkan dunia fana ini. Tapi meninggalakan dunia
fana adalah keniscayaan. Adalah hal yang harus dilalui setiap insan yang
terlahir di dunia. Namun, aku berdoa kepada Tuhan. Siapapun yang meninggalkan
dunia ini lebih dulu, aku mohon kuatkanlah ia yang ditinggalkan. Kuatkan
hatinya, kuatkan jiwanya, kuatkan imannya.
Aku juga berdoa…. Meski nanti kita pasti berpisah di dunia yang
berbeda, aku berharap perpisahan itu hanya sementara. Sekejap. Karena kelak
kita akan bertemu kembali. Di tempat lain. Dengan suasana dan hawa yang
berbeda. Dengan ubin yang tak sama. Dengan langit-langit yang tak serupa. Aku
ingin kita semua bertemu tempat yang orang-orang sebut “Surga”
Dear
Ayah,
Aku rindu sekali
dengan suaramu. Kau memang jarang berbicara denganku lewat telpon genggam. Tapi
setiap aku dengar suaramu, hatiku merasa begitu tenang. Kau mungkin terlihat begitu
cuek. Seperti tak peduli dengan kabarku di kota orang. Tapi aku tau, di balik
kewibawaanmu, di balik sikap kebapakanmu, di balik perawakan tenangmu, kau
adalah seorang bapak yang begitu memperhatikan anak gadisnya. Aku yakin, kau
selalu menanyakan kabarku lewat mama. Kau selalu khawatir jika aku sedang
dirundung masalah. Kau selalu merencanakan apa-apa yang baik untuk hidupku.
Meski melakukannya diam-diam, tanpa sepengetahuanku.
Kau memang tak
pernah tunjukkan cintamu secara berlebihan. Tapi aku tau, cintamu padaku pun
begitu besar. Pun cintamu kepada mama dan juga mas Fian.
Terima kasih ayah,
atas kerja kerasmu. Membanting tulang demi pendidikan yang layak untukku.
Berpeluh keringat untuk menghidupi anak gadismu yang sibuk merantau. Bekerja
keras kesana kemari untuk memberikan kesejahteraan untuk keluarga kecilmu. Terima
kasih juga telah menjaga mama dan menenangkannya ketika ia gundah memikirkanku.
Terima kasih atas segala nasihat bijakmu yang selalu menenangkanku ketika aku
tak tau harus bagaimana lagi.
Aku tak akan pernah
lupa wajah tenangmu, hati sabarmu, perilaku bijakmu.
Kini, usiamu sudah
tak seterang dulu. Kata mama, kau segera diberhentikan oleh negara karena jatah
usiamu. Tahukah kau, Yah? Bahwa sejujurnya, aku yang kerdil ini ingin
menggantikanmu untuk menghidupi keluarga karena aku tau, kau sudah terlalu
lelah.
Yah, aku tidak tau…
siapa yang lebih dulu meninggalkan dunia fana ini. Tapi meninggalakan dunia
fana adalah keniscayaan. Adalah hal yang harus dilalui setiap insan yang
terlahir di dunia. Namun, aku berdoa kepada Tuhan. Siapapun yang meninggalkan
dunia ini lebih dulu, aku mohon kuatkanlah ia yang ditinggalkan. Kuatkan
hatinya, kuatkan jiwanya, kuatkan imannya.
Aku juga berdoa…. Meski nanti kita pasti berpisah di dunia yang
berbeda, aku berharap perpisahan itu hanya sementara. Sekejap. Karena kelak
kita akan bertemu kembali. Di tempat lain. Dengan suasana dan hawa yang
berbeda. Dengan ubin yang tak sama. Dengan langit-langit yang tak serupa. Aku
ingin kita semua bertemu tempat yang orang-orang sebut “Surga”
Dear,
Mas Fian
Maafkan aku yang
jarang membalas chat di Whatsapp dan facebookmu. Aku tau kau juga menyayangiku.
Aku juga memahami kalau kau juga ingin tau kabarku.
Kau memang tak
sedewasa harapanku, tapi kau adalah kakak yang baik untukku. Maafkan aku yang
sering melupakanmu. Dan tak kunjung tanya kabarmu. Atau tak sempat mengawasi
hidupmu.
Kau adalah harapan
bagiku, bagi mama, juga bagi ayah. Jika saat ini kau belum bersinar, percayalah
bahwa Tuhan selalu mencintai hamba-Nya. Percayalah bahwa Tuhan selalu senang
untuk menuntun hamba-Nya. Asal kau mau memohon kepada-Nya.
Meski kita sering
bertengkar atau adu mulut ketika bertemu. Aku tau itu hal lumrah. Sebesar
apapun pertengkarannya, kau adalah tetap kakakku. Yang aku sayangi walau jarang
kutunjukkan.
Mas, aku tidak tau…
siapa yang lebih dulu meninggalkan dunia fana ini. Tapi meninggalakan dunia
fana adalah keniscayaan. Adalah hal yang harus dilalui setiap insan yang
terlahir di dunia. Namun, aku berdoa kepada Tuhan. Siapapun yang meninggalkan
dunia ini lebih dulu, aku mohon kuatkanlah ia yang ditinggalkan. Kuatkan
hatinya, kuatkan jiwanya, kuatkan imannya.
Aku juga berdoa…. Meski nanti kita pasti berpisah di dunia yang
berbeda, aku berharap perpisahan itu hanya sementara. Sekejap. Karena kelak
kita akan bertemu kembali. Di tempat lain. Dengan suasana dan hawa yang
berbeda. Dengan ubin yang tak sama. Dengan langit-langit yang tak serupa. Aku
ingin kita semua bertemu tempat yang orang-orang sebut “Surga”

Kami di Dubril Badan Loan menawarkan pinjaman aman dan tidak aman untuk individu, pembentukan pribadi dan umum.
ReplyDeletetingkat bunga kami adalah pada tingkat yang terjangkau dari 2% dan kami proses pinjaman / pengadaan adalah yang terbaik yang pernah Anda dapat mendapatkan.
Kami menawarkan setiap jumlah pinjaman dan untuk alasan yang masuk akal.
Hubungi kami hari ini untuk pinjaman Anda melalui,
Email: dubrilloanfirm@gmail.com
Skype: dubrilloanfirm
Hello Everybody,
ReplyDeleteMy name is Mrs Sharon Sim. I live in Singapore and i am a happy woman today? and i told my self that any lender that rescue my family from our poor situation, i will refer any person that is looking for loan to him, he gave me happiness to me and my family, i was in need of a loan of S$250,000.00 to start my life all over as i am a single mother with 3 kids I met this honest and GOD fearing man loan lender that help me with a loan of S$250,000.00 SG. Dollar, he is a GOD fearing man, if you are in need of loan and you will pay back the loan please contact him tell him that is Mrs Sharon, that refer you to him. contact Dr Purva Pius,via email:(urgentloan22@gmail.com) Thank you.
BORROWERS APPLICATION DETAILS
1. Name Of Applicant in Full:……..
2. Telephone Numbers:……….
3. Address and Location:…….
4. Amount in request………..
5. Repayment Period:………..
6. Purpose Of Loan………….
7. country…………………
8. phone…………………..
9. occupation………………
10.age/sex…………………
11.Monthly Income…………..
12.Email……………..
Regards.
Managements
Email Kindly Contact: urgentloan22@gmail.com