Tuesday, February 21, 2017

Women to Inspire (Catatan inspiratif tentang perempuan Indonesia)



Sejak lama saya menaruh perhatian terhadap perempuan. Khususnya perempuan-perempuan di sekeliling saya.
Saya pikir, perempuan adalah agregat yang merupakan kelompok berisiko karena kodrat dan keunikan yang diciptakan sang Pencipta. Perempuan, karena hatinya yang lembut, maka ia mudah mengalami kekecewaan dan sedih berkepanjangan. Perempuan, karena intuisinya yang kuat, maka ia lebih mudah mengandalkan perasaannya daripada logika berpikirnya dalam memecahkan masalah. Perempuan, karena tercipta memiliki rahim, maka ia berisiko mengalami masalah dalam hal kesehatan reproduksi. Perempuan, karena fisiknya tercipta tidak lebih kuat dari pria, berisiko mengalami kekerasan fisik maupun kekerasan seksual. Perempuan, karena begitu dekat dengan fungsi perawatan dan pengasuhan anak, seringkali mengalami konflik batin antara menjadi ibu seutuhnya dan kebutuhan untuk aktualisasi diri.


 Akhirnya, karena-karena yang saya sebutkan di atas mengantarkan beberapa perempuan pada aktualisasi diri yang tidak optimal dan self esteem yang rendah. Self esteem yang tidak terbentuk dengan baik membuat perempuan tidak percaya diri, settle for less, tidak melihat keunikan, karunia, dan kecantikan yang ada dalam dirinya. Hal itu juga yang berkontribusi pada pemilihan pasangan hidup yang salah. Padahal, pasangan hidup perempuan, yaitu pria, akan menjadi imam dunia akhirat yang harus kita ketahui kualitasnya sebelum memutuskan untuk melengkungkan janur kuning.

Itulah fenomena yang terjadi di sekitar saya. Oleh karena itu, Women to Inspire merupakan catatan inspiratif tentang perempuan-perempuan Indonesia yang meski tak terlihat di layar kaca dan pemberitaan media karena hiruk pikuk interaksi manusia yang tak berujung, tetapi sebenarnya mereka adalah sosok-sosok inspiratif yang dapat menggugah perempuan lain untuk dapat mencintai dan menghargai dirinya sendiri, serta mampu menjawab segala tantangan-tantangan di depan mata agar perempuan Indonesia selalu berdaya guna.

No comments:

Post a Comment